Sabtu 14 Februari lalu, Jogja yang di bulan itu hampir selalu diguyur hujan tiap harinya, tiba – tiba tampak sangat cerah, jadi rencana mau maen ke pantai sama anaknya Pak Hasan
yang sempat tertunda 2 hari, bisa terlaksana. Senangnya,,,karena sedari dulu, saya memang sangat suka pantai^^
Dengan riang gembira sambil nyanyi – nyanyi ga mutu, kamipun berangkat ke pantai yang berada di Gunung Kidul. Pas sampe Baron sih, awalnya rada kecewa. Dalam hati,,ko di Baron si?kan Baron dah jelek, ditambah lagi ngliat keadaan pantai Baron yang pas itu lagi pasang dan airnya coklat keruh gitu. Uff… karena pengen sesuatu yang berbeda, akhirnya kami berinisiatif untuk naik ke tebing di sebelah kiri pantai yang ada tangganya. Setelah melewati tangga dari kayu yang ditarik bayaran Rp 1000,00/orang untuk fasilitas “tangga fantastis” tersebut, kamipun berada di atas tebing pantai Baron.
Subhanallah…. Keren banget! Air laut yang tadi saya cela ternyata di lepas pantai menjadi suatu pemandangan sangat yang indah. Sejauh mata memandang ke lepas pantai, susunan warna air laut dari coklat, biru tua kemudian biru muda menjadi pemandangan yang betul – betul indah. Hal yang memang belum pernah saya lihat sebelumnya, meskipun sudah berkali – kali berkunjung ke Baron. Ho3x. Puas menikmati pantai Baron dari ketinggian, kamipun bergegas turun untuk segera maem dan solat^^
Perjalanan kami berlanjut ke Pantai Sundak. Disana, saya tidak bisa menahan hasrat untuk bergumul dengan laut (halah,,,hehehe). Selama saya menjelajah pantai Jogja (ga banyak sih
), dari pantai Glagah, Samas, Pandansari(bener ga namanya?), Depok, Parangkusumo, Parangtritis, Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Siung, Continue reading ‘Pantai Baron dan Sundak Februari lalu’