Mutiara Nisa Rozdianda

Kali Code dan Permasalahannya

on May 17, 2009

Photobucket
Minggu ini saya dan teman – teman sekelompok mata kuliah Pembangunan Perkotaan ke wilayah Kali Code untuk observasi wilayah – wilayah kota yang kemungkinan besar menimbulkan masalah. Wilayah bantaran Kali Code yang kami kunjungi adalah Kampung Jogoyudan, tepatnya RT 45 RW 11. Saat itu kami beruntung bisa bertemu dengan Bapak Bambang Triyono yang merupakan ketua RT 45. Rumahnya merangkap sebagai perpustakaan RW sederhana yang didirikan sejak tahun 2003. Meskipun jumlah koleksinya belum begitu banyak, namun cukup diminati oleh ibu – ibu dan anak – anak setempat. Hal yang membuat kami merasa cukup iri ( ^.^v) adalah sudah adanya pemilahan sampah antara sampah organic, kertas dan plastic. Meskipun belakangan ini karena harga plastic jatuh, maka pemilahan sampah plastic untuk sementara terhenti.

Masalah Tempat Tinggal

Ketua Rukun Tetangga yang beranggotakan 122 jiwa (hasil penghitungan kami dari fotokopi kartu keluarga yang telah menjadi arsip RT setempat ditambah keterangan dari Ibu RT)  ini menuturkan bahwa kawasan Kali Code tempat tinggalnya kini semakin lama terasa semakin padat, semakin banyak pendatang masuk ke wilayah ini terlebih  di  RW 43, disana bisa jadi satu rumah ada 4 kamar yang masing – masing dihuni satu keluarga. Untuk masalah mandi, ada kamar mandi umum yang dapat digunakan bersama – sama. Daerah ini terletak didekat sungai. Bangunan yang didirikanpun hanya di atas tanah yang merupakan hasil dari tepi sungai maupun badan sungai yang ditimbun tanah, artinya bagunan – bangunan disekitar sini kebanyakan adalah squatter (tidak legal dan tidak layak huni). Akibatnya apabila musim hujan tiba, wilayah ini sangat rawan untuk terkena banjir.

Masalah Sosial

Photobucket Krisis ekonomi global semakin menambah permasalahan social yang ada. Orang – orang yang terhimpit masalah ekonomi lari ke alkohol, banyak lelaki usia produktif yang seharian hanya menghabiskan waktunya untuk bermabuk – mabukan. Akibatnya pendidikan anak – anaknya pun luput dari perhatian, beruntung biaya pendidikan Sekolah Menengah ke bawah untuk pemegang KMS cukup mudah dijangkau. Hobi berpesta alkohol mempunyai dampak lain yang cukup buruk, ketika seseorang telah kecanduan alcohol dan tidak punya cukup uang, maka mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan alkohol tersebut, kriminalitaspun menjadi pilihan.

Masalah lain adalah sudah mulai menghilangnya rasa kegotongroyongan, masyarakat setempat mulai menjadi individualis. Misalnya saja pada saat kerja bakti, antusiasme dan partisipasi masyarakat sudah jauh berkurang daripada semasa beliau muda dulu.

Masalah Ekonomi

Mayoritas warga bekerja di sector informal. Padahal beberapa dari mereka merupakan orang yang berpendidikan. Sebagai contoh, kata Pak Bambang, ada pemuda yang telah diajak berdagang, tapi malah lebih memilih bekerja sebagai pengamen. Menurutnya, perlu Pengembangan Sumber Daya Manusia agar ada yang merintis untuk memanfaatkan ketrampilan – ketrampilan warga sehingga bisa menciptakan industry – industry kecil – menengah.

Sebenarnya beliau tertarik untuk memanfaatkan PNPM mandiri, akan tetapi mereka sangat butuh pendamping untuk membantu menggerakkan masyarakat dan melakukan pendampingan dalam pembuatan proposal dan sebagainya.


6 responses to “Kali Code dan Permasalahannya

  1. :putnam: says:

    bagus.^^

  2. makasih membantu buat penelitian saya mbak🙂 hehe (y)

  3. aswinkr says:

    wah saya tertarik dengan topiknya, mau nanya boleh gak? kalau dari segi tata kbanjir otanya apakah daerah tersebut memang dimasukkan dalam daerah permukimman karena sangat rawan bencana banjir ? saya lagi membuat tugas tentang penataan dan revitalisasi kawasan mohon bantuannya

    • mutiaranisa says:

      wah,,sebenarnya saya mungkin kurang tau ya,,,karena pembagian daerah pemukiman atau bukan yang mengacu pada tata ruang wilayah DIY dipegang pemerintahnya😀. yang saya tau dari masyarakat setempat, dulu awalnya tidak ada pemukiman di bantaran sungai itu, tapi karena urbanisasi yang mungkin kurang cukup modal baik skill maupun materi, maka menjamurlah kawasan itu, dan uniknya, sempat dijembatani Romo Mangun untuk bisa tetap tinggal disitu dengan “sedikit” lebih aman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: