Mutiara Nisa Rozdianda

Gili Trawangan Island #2

on November 3, 2014

Have I told you that I would visit The Gilis again? Wkwkwk, lihat postingan disini :https://mutiaranisa.wordpress.com/2010/03/31/gili-trawangan-island-surganya-lombok/ 

Yap, Alhamdulillah saya diberi kesempatan mengunjungi pulau Gili lagi saat purchasing power lebih dari yang sebelumnya. Xixixi, selain itu, bedanya kalo dulu backpackeran sama temen, ini ceritanya backpackeran sekalian honeymoon sama suami, secara dia belum pernah ke pulau cantik ini.
Sebelum berangkat sih, kami menyiapkan beberapa hal, mulai dari rencana perjalanan, perkiraan biaya dan juga reservasi penginapan di Gili Nanggu yang Cuma ada 1 vendor.

rencana perjalanan pulau gili

rencana perjalanan pulau gili

Okay, langsung saja ceritanya.
Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air
Kami berangkat ke 3 pulau Gili yang terkenal ini ceritanya dengan first flight, biar bisa nikmatin seharian disitu, terus besoknya langsung ke Gili Nanggu. Sayang seribu sayang, pesawatnya delay, nggak tanggung – tanggung, yang harusnya jam 5 berangkat, jadi jam 09:00 WIB, yang mana mengakibatkan kami kesiangan sampe Bandara di Lombok. Bandara Internasional Lombok yang baru ituh…
Perjalanan dari Bandara tersebut kami teruskan dengan Bis Damri yang merupakan shuttle ke area Pantai Senggigi. Dari Senggigi, kami memutuskan agak menikmati backpacker semi honeymoon, eh,, honeymoon semi backpacker ini dengan taksi ke Pelabuhan Bangsal (pelabuhan kecil yang menghubungkan Lombok dan Pulau – pulau Gili), di perjalanan kami sempat berfoto di daerah curam yang menampilkan 3 Gili tersebut, lupa tapi namanya apa. Sepanjang jalan dengan taksi tersebut, kami disuguhi dengan lagu reggae bahasa setempat, yang kami benar – benar nggak tahu artinya, menurut cerita Pak supir taksi, lagu itu asli ciptaan dan nyanyian anak – anak muda setempat, penyanyi – penyanyi tersebut juga suka mengisi acara di Gili Trawangan.

sunset point gili3 gili
Sesampainya di Bangsal, sambil kamipun membeli tiket kapal untuk ke Gili Trawangan. Karena kapal yang ada baru saja berangkat, kami menunggu agak lama dan menyempatkan makan dahulu di warung sekitar, harga standard dan tidak mahal kok. Matahari sudah agak condong ketika kami mendapat kapal, dan,, sedihnya sore seperti ini, gelombangnya jauh lebih besar daripada kalau siang hari. Xixixi, suami saya yang jaya di daratpun akhirnya mabok di laut, semua makanan barusan keluar dari perut. Padahal tuh, udah gaya2an duduk gagah di bangku paling depan. ahahahahah (ampun suami, ngemberin aib :*). Jadi saran buat yang tidak terbiasa digoyang gelombang laut di kapal mungil, mending cari waktu yang gelombangnya pas agak tenang deh.
Karena pas sampai sudah sore, kamipun segera mencari penginapan. Jangan khawatir kalau di Gili Trawangan, penginapan murah masih bisa di dapet, murah tapi lumayan lo yaaa… kamipun memutuskan untuk menginap di Beautiful Life Hotel, letaknya memang nggak dipinggir pantai, tapi nggak jauh juga dari pantai, dibelakang toko – toko pinggir pantai gitu. Kami dapat fasilitas kamar kipas angin, kamar mandi dalam, ayunan di depan itu, sama breakfast dengan harga Rp 175.000,00. Pas itu pengennya yang bentuk cottage, tapi sayangnya udah habis kamarnya, full…Malam itupun kami habiskan untuk berjalan – jalan menikmati malam, dinner di Scallywags dan istirahat.

Dinner Scallywagyellow fish tuna
Besoknya, setelah menikmati sunrise, kami membeli tiket paket keliling Gili Air dan Gili Meno, dan berangkat di kloter awal, untuk meneruskan maen – maen di Gili Trawangan, padahalkan yah niat awal mau langsung pacaran ke Gili Nanggu. Xixixi, dasar masih sama – sama bocah,, kita keasyikan keliling – keliling plus snorkeling di Meno dan Air. Siangnya kami luch di salah satu Gili, disitu pilihan makananya kurang banyak dan agak mahal, hehehe. Tidak seperti di Gili Trawangan, pilihan makanan beragam dan harganya banyak terjangkau.

gili airegoiste1371821_10200171199236856_1812982002_osepeda

Sorenya setelah pulang dari keliling, kami sempet juga sepedaan keliling Gili Trawangan nikmatin sore pake sepeda yang buat berdua itu. Cuman,, beraattt kalau pas lewat pasir pantai. Malamnya kami jajan di Egoiste, niatnya mau dinner, eh, Mas – masnya gasih tau kalo disitu ada makanan nggak halalnya, baik bangeettt,,, akhirnya kami beli minum doang sambil tiduran di kasur pantainya ndengerin debur ombak dan diselimutin semilir angin.

gili trawangan (2)breakfastgili trawanganbeautiful lifeSetelah menikmati Gili Trawangan kali ini, baru kerasa, udah bantau beda sama waktu pertama kali dulu, udah rame banget, dan pantainya jadi berkurang, lebih banyak toko dan hotel, spot snorkelingnyapun nggak kayak dulu lagi, susah.

Okey, untuk Gili Naanggu, kita lihat di postingan berikutnya😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: