Mutiara Nisa Rozdianda

The Day

on June 3, 2015
makanan peningkat hb

makanan peningkat hb

Masuk RS sekitar jam 10 pagi hari Senin tanggal 29 Desember 2014, Waktu observasi awal belum ada pembukaan dan kontraksi, ketuban masih banyak. Tapi detak jantung baby agak labil, kadang sangat cepat, kadang pelan. Sayapun dibawa ke kamar untuk diopname, untuk diobservasi. Saya didorong dengan kursi roda melewati orang – orang, karena nggak merasakan sakit atau apapun, saya malah ketawa – tawa waktu pakai kursi roda. Wawkwkkw. Dan saya bingung, kenapa mertua saya menangis.  Ternyata belakangan saya baru tahu kalau mertua saya khawatir keadaan janin saya dengan detak jantung yang mendadak lemah itu. Hal ini kemungkinan disebabkan Hb yang hanya 9,3  jadi mengakibatkan terhambatnya supply oksigen ke janin😥

Karena ketuban sudah keluar dan tidak ada kontraksi sama sekali,,, yaiyalah,,, pembukaan aja nggak ada, sayapun diinfus lalu diinduksi. Selain diinfus, saya juga dipasangin alat bantu pernafasan, untuk janin saya sepertinya. Kalau kata orang induksi sakit, ini saya nggak kerasa apapun,, bener – bener nggak kerasa,, pas diperiksa nggak ada pembukaan juga. Na,, ini pas hamil tua gini saya baru ngerti gimana cara memeriksa pembukaan lahiran, jarinya bidannya, ntah brapa jari, dua sepertinya, dimasukin ke dalah mulut rahim, agak sakit juga ternyata ya. Hohoho, gimana lairannya ya sakitnya…. pas H+1 di RS, tepatnya 30 Desember 2014, dari rumah sakit langsung menyarankan untuk sectio caesar, untuk meminimalisir berbagai resiko buruk karena KPD dan detak jantung janin agak mengkhawatirkan… Jam 08:00 akhirnya suami menandatangani berkas – berkas persetujuan untuk operasi. Meskipun rasanya beraaaattt banget… karena pengen banget normal, suamikupun memberi kabar ibu saya yang langsung beranjak ke RS bersama Bapak. Sebelumnya saya memang tidak mau memberi tahu ibu saya kalau sudah masuk rumah sakit, takut khawatir dan berharap boleh pulang dari rumah sakit, ternyata malah harus SC. Sedihhhh rasanya, dan nggak sanggup kalau harus memberi kabar ibu, karena mesti khawatir. Akhirnya suami saya yang memberi kabar. Kata suami, pas dikabarin itu, suara ibu saya tiba – tiba jadi parau. Huaaahhh,,, pengen nangis. Mungkin ibu saya khawatir karena, pertama dikabari tentang operasi, soalnya nggak ada riwayat operasi di keluarga saya, ibu saya lairan anak 5 langsung brojol gitu aja, gampang, wkwkwk. Terus, kedua karena diberi tahu detak jantung janin tidak menentu.

Saya dijadwalkan operasi jam 15:00. Pagi mulai puasa,  Sehabis solat duhur sudah mulai ganti pake baju operasi, dan badannya dibersihkan, setengah 2 sudah dperiksa – periksa terakhir sebelum operasi dan dibawa ke deket ruang operasi. Pas itu orang tua saya baru datang, mata ibu merah, bapak mencoba senyum. Langsung mengantarkan ke ruang operasi. Suami saya juga baru datang, dari PMI untuk mendapatkan sekantong darah, yang rencananya akan ditranfusikan operasi. Selain itu, rumah sakit juga sudah mendapatkan beberapa calon donor darah jika diperlukan jika ada kebutuhan darah mendesak setelah operasi.

Ruang operasinya dingin bangett,, ngeettt… dari ranjang sebelumnya saya dipindah ke ranjang operasi. Kemudian diminta duduk untuk suntikan anestesinya. Saya sempet kaget nendang karena pas disuntikan biusnya kerasa kesetrum di kaki gitu. Hahaha. Beberapa detik kemudian setelah merebahkan diri, kakinya sudah mulai kebas, dan ndak kerasa apa – apa. Dada rasanya beraaat banget. Cuma kepala saya sama jari – jari yang bisa gerak – gerak. Karena kedua tangan semi diiket gitu. Hahaha saya langsung ngerasa curiga, jangan – jangan kerasa entar sakitnya. Wkwkwkw

Mata saya fokus melihat display tenakan darah dkk di monitor sebelah kanan. Pas angkanya menunjukkan angka yang agak tinggi, saya langsung mencoba mengolah pikiran dan berusaha lebih rileks, kemudian mengambil nafas dalam – dalam dan hembusin pelan – pelan. Deg – degaaaannn banget rasanya. Samar – samar di lampu operasinya keliatan lo perut saya yang gede itu baru diotak atik. Wwkwkwk. Kurang lebih 15 menit dari mulainya operasi kemudian dokternya menghitung sampai angka ketiga dan mendorong sesuatu di perut.  Dan perut saya rasanya langsung kosong. Tiba – tiba terdengar suara tangisan disebelah kiri saya. Saya hanya melihat sekilas saat dokter menunjukkan bayi merah itu. Tangisan sayapun tiba – tiba pecah, saya menangis sesegukan sambil tersenyum bahagia, rasanyaaaaaa bahagiaaaa sekali… damai dan lega. Meskipun agak penasaran juga dengan suara seperti vacum cleaner di perut, sepertinya sih buat membersihkan berbagai cairan seperti darah dkk di perut. Tidak lama kemudian ada bidan ato perawatnya dateng bawa bayi yang udah dibersihin dan dibedong buat diciumin ke saya : “ bayinya laki – laki ya Bu, sehat, lengkap, mirip ibunyaa…”. belakangan saya baru tau, yang dibilang mirip ibunya tuh bibir yang luar biasa manyuuunnn… hahaha,, sial.

Kurang lebih 1 jam, operasipun alhamdulillah selesai dan berjalan dengan lancar. Setelah operasi baru ketahuan kalau babynya nggak mau turun karena lilitan talipusar lipet – lipet sampe perut, orang jawa menyebutnya “ Kalung Usus”, katanya kalo paNew Bornke apa aja pantes.. Hehehehe,,

Adhyasta Huda

30 Desember 2014 15:15

BB 3,5 kg

TB 53 cm

Saya dibawa kembali ke kamar opname. Bayi saya juga saya minta untuk room in. Jadi barengan gitu. Hari pertama karena belum bisa berdiri, (yaiyalaahh,,sesar), saya masih baru belajar miring dan belum bisa melihat anak dengan puas, tapi sudah mulai menyusui, si bayi juga pintas langsung bisa nemuin puting, marah kalo putingnya lepas ato nggak segera ketemu dengan ngusel2 buas nangis,, anak siapa coba… wkwkwkw. Dan mungkin efek bius kalik ya,, rasanya punya anak itu biasa aja, masih agak gak sadar, masih heran ada orang – orang ketawa bahagia disini. Hahaha… baru setelah hari berikutnya belajar duduk, biusnya sudah ilang, baru ngeliat anak dari atas, deket, langsung,, rasanya sayaaanggggg banget,, baru ngomong : anakku,, iyaaa,, ini anakku,,, aku sayang banget sama kamu,,,, :* dan bahagia banget.

Terimakasih Alloh, sudah mempercai kami untuk dititipi amanahMu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: